Lukisan pensil bulan Maret yang belum publish

Wah, ternyata cukup lama juga blog ini ngga update padahal rasanya baru ditinggal sebentar.. :D Okeylah kalo begitu supaya ngga berkesan blog tidur aku pasang aja nih beerapa hasil lukisan pensil garapan bulan Maret 2013 yang belum sempat nampang bin pamer disini.

Tayangan diatas digarap ada yang menggunakan pensil graphite dan ada pula yang menggunakan pensil warna (colored) sedangkan media gambar menggunakan kertas A4 HVS 80 gram, kertas gambar A4 240 gram dan kertas gambar A3 120 gram. Lama pengerjaan masing masing gambar tergantung tingkat kesulitan, mood dan juga kondisi fisik.

Menggambar dengan pensil seperti diatas termasuk dalam kategori lukisan realis (realism), dimana realism adalah dasar dari semua kategori lukisan baik itu hyperrealis, Surrealis, Manga, Caricature.

Perbedaan besar antara lukisan pensil dengan sketsa (sketching), walaupun dengan alat yang sama tetapi menggambar sketsa lebih sulit karena harus benar-benar paham perbedaan area gelap terang dan corak arsiran. Corak arsiran pada sketsa terdiri dari Crosshatching, Vertical/Horizontal dan Diagonal.

Nah pembaca, selamat menikmati goresan pensilku.

Saatnya Pamer Lagi… :D

Rasanya sudah cukup lama aku ngga pamer lukisan pensil, maka kini saatnya lagi untuk sekedar unjuk gigi menampilkan hasil goresan pensilku diatas kertas yang dikerjakan cukup memakan waktu yang lama yaitu sekitar 28 jam dengan pengerjaan selama 6 hari.

Topik yang aku angkat walaupun masih seputar tentang drawing pencils, tetapi pamer kali ini melibatkan juga dunia fotografi yang memang sejak lama aku geluti walaupun dengan terseok-seok karena untuk kamera digital atau DSLR hingga sekarang masih belum mendapat kesempatan untuk memilikinya.

Bila kemarin-kemarin aku telah selesai menggores pensil dengan model Nikon D90 yang menjadi idamanku, kali ini aku menampilkan generasi perbaruan varian kamera Nikon D90 yaitu Nikon D7000. Seperti diketahui umum bila generasi ini merupakan asal “keturunan” dari produk Nikon D40, D70, D90.

Karena aku hanya ingin pamer, baiklah untuk lebih jelasnya silakan simak tayangan proses sejak awal pembuatan lukisan pensilku ini:

Nah pembaca, bagaimana pamer hasil karyaku ini?… :D

PS:. makasih buat nduk Titik yang sudah jadi model lukisanku lagi.

Manfaat Belajar aneka Bahasa, Menambah pertemanan

Keo Molis Phal, nature beauty Phnom Penh girl

Ya benar, berawal dari minatku akan belajar bermacam-macam bahasa di seluruh dunia membawaku mendapat banyak teman bahkan saudara. Minatku ini mungkin juga jawaban dari “test IQ” pada saat aku masuk pada sesi pembagian jurusan di sekolah menengah atas sekian tahun lalu, dimana aku mendapat perbandingan yang cukup signifikan yaitu 80% IPA, 80% IPS dan 80% Bahasa.

Walaupun akhirnya aku lebih cenderung memilih jurusan IPA karena dengan asumsi untuk mendapat peluang lebih luas dalam penentuan berbagai jurusan yang dapat diambil pada pendidikan lebih tinggi juga lebih efisien waktu yang dapat aku kelola karena akupun ternyata dapat mengikuti mata pelajaran jurusan lain ketika mendapat waktu luang dikelas.

Waktu berlalu wawasan dan pengalaman bertambah, seiring berjalan dengan kebiasaanku yang “nomaden” membawa dampak pula bagi penguasaan berbagai bahasa daerah dimana aku pernah singgah dan tinggal untuk beberapa saat. Oleh karenanya aku tidak pernah memberi cap “kasar” pada bahasa yang telah aku kenal maupun yang belum aku kenal.

Kejadian yang banyak berguna ketika aku secara iseng browsing pada google search engine tentang aneka bahasa di dunia, aku menemukan bahasa Khmer yang berlaku di negara Kamboja (Cambodia, Asia) dimana karakter bahasa ini cara penulisannya mirip dengan bahasa India.

Dari google membawaku pada berbagai situs tentang bahasa Kamboja ini dan ditambah dengan semakin luasnya dampak facebook yang aku ikuti akhirnya aku mendapat kenalan seorang anak muda dari negara Khmer ini yang bernama Sea Eng. Pada mulanya aku menyangka dia berasal dari daerah China, Taiwan atau Vietnam namun setelah lebih jauh baru aku tahu bahwa dia berasal dari kota Phnom Penh.

Mungkin juga serba kebetulan yang beruntun, dari perjalanan dalam berinternet ria yang semula untuk menambah wawasan pengetahuan bahasa, menambah kemampuan belajar menggambar dengan pensil dan kesukaanku pada “wajah cantik”, dari Sea Eng ini aku mendapat kesempatan melukis keponakannya yang ternyata memiliki wajah khas cantik alami ciri orang Kamboja.

Model lukisanku kali ini bernama Keo Molis Phal yang juga seorang blogger muda pencinta lagu-lagu, hanya sayang tidak dilanjutkan update blognya mungkin faktor usia remaja yang belum dapat benar-benar mengikuti trend dalam dunia tulis menulis dalam blog dibanding media sosial facebook.

Lukisan ini dikerjakan kurang lebih selama 6 jam efektif walaupun tidak dilakukan terus menerus tetapi diseling dengan kegiatan lainnya. Alat yang digunakan tetap menggunakan media pensil, tisu, kapas dan penghapus untuk membuat berbagai komposisi gambar yang layak untuk dipamerkan. Dan hasilnya nampak seperti pada lukisan diatas.