Kasih Ibu tiada batas

Bicara tentang “Kasih Ibu” kepada anak, yang aku rasakan memang benar tiada batas. Walaupun diantara pembaca ada yang sudah ditinggalkan oleh beliau, tetapi aku yakin bila kita tetap dapat merasakannya.

Ibu bagiku bukanlah hanya sosok perempuan yang hamil kemudian melahirkan, tetapi bagiku lebih dari itu. Bukan pula sekedar sosok mahluk bergender tetapi mereka adalah mahluk-mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki rasa kasih sayang layaknya seorang Ibu.

Dari curahan rasa kasih sayang dari “Ibu” yang aku terima memberikan dorongan inspirasi dalam karya lukisan pensil ini walaupun dengan penggambaran dari dunia fauna tetapi pada hakekatnya dapat kita pahami bersama bahwa lukisan ini bercerita tentang sifat keibuan.

"Kasih Ibu - Mother Love"

“Kasih Ibu – Mother Love”

Lukisan pensil ini aku kerjakan kurang lebih selama 7 hari, dimana proses pengerjaan setiap harinya rata-rata memakan waktu 4 jam. Disamping itu, lukisan ini menggunakan media berukuran besar dengan tujuan untuk menambah koleksi lukisanku yang lain dari yang berukuran A5, A4 dan A3.

Bila beberapa lukisan yang pernah aku tayangkan disini menggunakan media kertas putih yang digores dengan pensil graphite hitam, kali ini aku membuat kebalikannya yaitu dengan kertas hitam (120 gsm) ukuran A1 dengan goresan pensil white dermatograph dan white conte.

Harapanku dengan media yang berbeda ini memberikan nuansa lain dalam menuangkan ide lukisan yang bertema Kasih Ibu ini sebagai penggambaran betapa luasnya rasa yang aku terima hingga kini.

PS: digitalisasi menggunakan kamera Panasonic Lumix DMC-FZ30 mirrorless digital camera.

Saatnya Pamer Lagi… :D

Rasanya sudah cukup lama aku ngga pamer lukisan pensil, maka kini saatnya lagi untuk sekedar unjuk gigi menampilkan hasil goresan pensilku diatas kertas yang dikerjakan cukup memakan waktu yang lama yaitu sekitar 28 jam dengan pengerjaan selama 6 hari.

Topik yang aku angkat walaupun masih seputar tentang drawing pencils, tetapi pamer kali ini melibatkan juga dunia fotografi yang memang sejak lama aku geluti walaupun dengan terseok-seok karena untuk kamera digital atau DSLR hingga sekarang masih belum mendapat kesempatan untuk memilikinya.

Bila kemarin-kemarin aku telah selesai menggores pensil dengan model Nikon D90 yang menjadi idamanku, kali ini aku menampilkan generasi perbaruan varian kamera Nikon D90 yaitu Nikon D7000. Seperti diketahui umum bila generasi ini merupakan asal “keturunan” dari produk Nikon D40, D70, D90.

Karena aku hanya ingin pamer, baiklah untuk lebih jelasnya silakan simak tayangan proses sejak awal pembuatan lukisan pensilku ini:

Nah pembaca, bagaimana pamer hasil karyaku ini?… :D

PS:. makasih buat nduk Titik yang sudah jadi model lukisanku lagi.

Tips memperbaiki peralatan dapur

Selama manusia masih membutuhkan makan, tentu peralatan masak atau lebih dikenal dengan sebutan peralatan dapur tentu menjadi kebutuhan utama dalam olah masakan, tak dibedakan antara yang kaya maupun yang miskin pasti butuh asupan makanan untuk menunjang kegiatan yang mereka lakukan.

Peralatan dapur yang ditawarkan oleh produsen sangat beragam dengan berbagai bentuk, fungsi dan variannya juga memiliki “fanatisme” tersendiri bagi penggunanya walaupun kadangkala pengguna banyak yang mengikuti “trend model” dan bahkan beberapa produsen menawarkan produk secara “pintar” dengan cara arisan.

Terlepas dari uraian diatas, aku pribadi yang bukan ahli masak atau yang sedang tenar saat ini disebut “chef” seperti layaknya mas Ata SeptariusAchoy Haris atau ibu-ibu yang rajin membuat masakan buat keluarganya seperti Imelda Cutrier, Adel Ilyas, Mamih Lily Suhana dan ka Monda Siregar. Namun kembali bila bicara urusan perut aku punya koleksi peralatan dapur khusus.

Dengan peralatan dapur yang sangat-sangat sederhana yang aku miliki hingga saat ini, tetapi berkat almarhumah ibuku yang juga “tukang masak” membuat aku terbiasa mengecap makanan sederhana namun memiliki nilai kesehatan dan cita rasa tinggi atau dapat disebut dengan istilah “lidah menak”.

Memasak tentu bagi mereka yang suka dapat dilakukan dengan mudah dan menghasilkan rasa masakan yang digemari minimalnya oleh diri sendiri maupun mereka yang ikut mencicipi hasil olahan masakan tersebut.

Sebenarnya tahukah anda bahwa alat masak yang tepat semakin membuat rasa masakan semakin “maknyus” (minjem istilah pakar) dilidah?

Alat memasak yang tepat tidak harus berharga mahal, seperti yang ada pada koleksi alat dapurku semuanya dibeli dengan harga yang sangat murah tetapi sayangnya “limited edition”. Jadi ketika peralatan tersebut ada yang rusak, sangat sulit untuk mendapatkan gantinya. Lihat gambar berikut adalah panci masak yang sudah sangat usang namun menjadi “andalan” bagiku untuk menyajikan masakan yang lezat. :D

panci usang yang buntung

panci usang yang buntung

Panci masak diatas entah kapan aku membelinya yang pasti sudah berumur lebih dari belasan tahun yang lalu. Walaupun dalam kondisi “buntung” seperti tampak pada gambar diatas, namun tetap aku pakai terutama untuk memasak mie rebus kesukaanku dan diakui oleh beberapa pencicip ditemukan berbeda rasanya ketika menggunakan panci lainnya.

Oleh karena lama-lama dirasakan kurang nyaman ketika dipakai dalam kondisi mengenaskan ini, maka dengan segenap akal aku pergunakan untuk mengganti “tangkai panci” yang telah rusak dengan tangkai kayu buatan sendiri dengan cara yang sangat mudah dan dalam tempo sesingkat-singkatnya walhasil penci buntungpun telah kembali memiliki tangkai kayu dengan mantap.

Caranya sebagai berikut:

1. Menyiapkan peralatan tukang kayu dan bahan kayu keras pengganti tangkai.

Alat dan bahan

Alat dan bahan

2. Membentuk tangkai (gagang) panci sesuai ukuran dan kenyamanan ketika dipegang.

Bentuk tangkai pengganti

Bentuk tangkai pengganti

3. Mencocokan ukuran tangkai yang sudah dibuat.

fitting (mencocokkan) tangkai ke panci

fitting (mencocokkan) tangkai ke panci

4. Setelah selesai, cuci sampai bersih peralatan dapur yang telah selesia diperbaiki untuk dipakai keperluan memasak nikmat dan nyaman.

5. Selamat mencoba peralatan dapur yang telah diperbaiki dan menghasilkan masakan lezat nikmat dan disukai semua pencicipnya. :D