Pemerintah perlu mendapat acungan jempol dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat yang memang sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan masalah tingginya angka kematian Bulin (Ibu bersalin) dan kematian Bayi akibat kurangnya pengetahuan kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Bantuan sosial kesehatan masyarakat semakin bervariasi dari mulai program JPS, Kartu Sehat (KS), Asuransi Kesehatan Rakyat Miskin (AsKesKin) dan sekarang mengeluarkan lagi Jaminan Persalinan (Jampersal) yang didukung oleh PT. Jamsostek Indonesia. Penjelasan detil silakan baca di situs JAMSOS Indonesia
Sekarang dengan adanya program Jampersal ini masyarakat khususnya ibu-ibu pada usia subur tidak perlu lagi kuatir tentang biaya persalinan bila hamil kelak karena ditanggung oleh pemerintah sejak pemeriksaan kehamilan hingga persalinan secara gratis dan tak terbatas pada keluarga kurang mampu. Persyaratannyapun mudah hanya melakukan pendaftaran di Puskesmas ditambah bersedia dipasang alat KB pasca persalinannya.
Secara makro tersirat Jampersal ini menjadi alat ampuh bagi pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) karena semua peserta jampersal wajib mengikuti program KB. Namun dilain pihak terajdi perbedaan persepsi dalam pemikiran masyarakat, karena ber KB (memakai kontrasepsi) sangat tergantung pada kedisiplinan masyarakat itu sendiri. Bila suatu saat sang ibu hamil lagi walaupun telah menggunakan kontrasepsi maka alasan mudah untuk dikatakan kegagalan alat tersebut.
Pemberian jampersal juga menuai kecemburuan peserta askes yang notabene adalah pegawai negeri karena mereka mengikuti askes tidak secara gratis namun memiliki batasan hanya untuk 2 anak, anak ketiga tidak mendapat santunan apapun. Berbeda dengan program jampersal ini selain gratis juga tanpa batas.
Secara pribadi, berharap program ini sukses dinikmati oleh masyarakat dengan bijak. (karena belum tentu program ini berlanjut selamanya)
ikut acung jempol atas program ini..
tentu saja ini sangat membantu pada keluarga tidak mampu.
sang ibu dan keluarga gak perlu stress lagi memikirkan biaya melahirkan.
Alhamdulillah.
#hehhe.. kali aja pemegang askes boleh pake jampersal ketika melahirkan anak ketiga..
iya, paktuo..
maksud eMak betapa itu sangat membantu bagi yang tidak mampu.
ya kan..
sering mbayangin seorang ibu yang sudah stres menghadapi persalinan, masih ditambah stres karena biaya persalinan.. jadi ke depan gak ada lagi bayi yang ditahan di rumah sakit karena ibunya belum melunasi biaya persalinan, semoga..
belum ada yang daftar bersalin..
#program KB tampaknya sudah berhasil, uncle.
di kuningan mah sudah pasti atuh..
di puskesmas rasimah ahmad juga ngantri.
di LG news, kagak ada yg daftar bersalin sama uncle.
padahal SpOG loh
#ntar Ngai bujukin kk Inon dan bieLung deh.
sip banget……….!
saya tinggal punya kesempatan satu lagi anak lahir dibiayai oleh negara meskipun saya bukan PNS
apa iya PNS tdk dibenarkan menggunakan layanan ini? di juknis tdk disebutkan ttg hal ini, kl mmang ada tertulis di bgian mananya ya?
Tapi sepertinya perlu ditambahkan persyaratan lain.jadi jampersal khusus ditujukan bagi masyarakat yang tidak mampu.
selain itu sepertinya pada kenyataan dilapang program jampersal sedikit banyak bepengaruh dalam program desa siaga seperti dasolin dan tabulin…..bagaimana pendapat anda??