Musikalisasi Puisi

Puisi Bernyanyi

Masih seperti 2 tulisan sebelum ini, sekilas tentang dunia musik rekaman dan pembuatan lagu. Seperti yang aku ceritakan kemarin adalah tentang penyair yang bernyanyi yaitu Ebiet G. Ade. Konon putra daerah dari sekitar kawasan Dieng yang terkenal juga dengan wisata alam Gunung Dieng (gunung Prahu) yang berlokasi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Karya Ebiet, diangkat dari puisi-puisi karyanya yang tentu sobat semua sudah pernah mendengar bahkan mungkin memiliki kenangan tersendiri dari lagu-lagu karyanya.

Sebenarnya banyak pula para penyair yang membawakan puisinya dengan bernyanyi, seperti yang aku pernah dengar yaitu WS. Rendra, Sawung Jabo, Harry Roesli dan NH Ainun Najib serta beberapa lagi penyair lainnya yang tak kutiliskan disini. Mereka cenderung mengatakan itu bukan lagu tapi puisi bernyanyi yang kemudian oleh para pakar disebut Musikalisasi Puisi.

Para sobat tentu ada yang suka dengan corat-coret membuat puisi, walaupun puisi-puisi itu hanya untuk diri sendiri maupun share dengan yang lain. Akupun disamping melakukan kegiatan lain, ikut pula corat coret tulisan yang tidak bisa aku sebut puisi tapi aku lebih suka menyebut dengan tulisan berangkai.

Aku tidak mahir bermain kata-kata dalam bentuk puisi. Kalaupun itu pernah aku buat semata pengganti curahan hati yang hanya orang-orang tertentu yang kuberikan. Seperti ketika pertama kali aku jatuh cinta pada saat masa remaja, hal itu tentu diantara sobatpun pernah mengalami sama sepertiku.

Nah, sobat. Bila diantara sobat punya puisi cobalah nyanyikan. Bila puisi itu boleh berbagi, aku akan mencoba berbagi mengisi nada-nada pada puisi sobat. Setuju?

Ayo kita mainkan..

Artikel yang bergandengan di:

http://vyanrh.wordpress.com/2010/06/17/mengintip-proses-pembuatan-lagu/

http://vyanrh.wordpress.com/2010/06/15/tascam-2448-neo-digitall-sound-recording/

About these ads

26 comments on “Musikalisasi Puisi

  1. Kang, boleh dicoba tuh, kolaborasi antara eMak ama Mbak Yu Nda yang jago bikin puisi, plus Akang yang ngisi nada. :)

    Nduknya nunggu aja dah

    Akang ngisi nada, nduk ngisi kolam ya.. :D

    • And satu lagi Pyan …
      Saya tidak pandai Berpuisi
      Saya pun tidak pandai merangkai nada

      tapi kalau membantu menyajikannya … boleh lah sikit-sikit bisa …
      hehehe

      salam saya Pyan …

      nah ini dia, nanti kalo udah ada yang kirim puisi, aku bikin notasinya dan om NH yang bikin rhytem dan aransemennya ya..
      Salamku juga buat om NH dan keluarga.

  2. mantap,,sekarang kan semakin canggih teknologi….lewat music creation software mungkin hasilnya akan lebih maksimal….

    makasih sanjungannya mas.
    Ada 2 type yang satu manual dan satunya lagi digital. Bagi beberapa musisi cara manual dengan alasan lebih manusiawi walaupun pada akhirnya dipakai cara digital. Seperti pemakaian Grand Piano dibanding Elektrik piano.

  3. Bahasa Yang Kukenal

    sampaikan lewat bahasa yang kukenal
    angin membisikkan kerinduan
    tegakkan pohon kehidupan
    penuhi baju ruhaniku
    di atas keinginankeinginan
    damailah disana

    pakailah bahasa yang kukenal
    di antara pematang nadiku mengencang
    aliran deras sungai hatiku
    di antara doadoa terucap
    membawa baju ruhaniku
    yang menyelimuti senyum itu
    walau hanya sekejap

    puisi indah dan dalam..
    **bantu aku dengan do’a mu mas Narno

  4. bunda gak bisa berpuisi juga gak ngerti musik :(
    hanya bisa jadi penikmat saja dr keduanya.

    Masih menunggu puisinya Mas Narno dimusikalisasi oleh Mas Vyan yg serba bisa ( pastinya bangga bundo punya anak sejenius ini)
    salam


    kasih sayang dan cinta bunda Ly adalah puisi yang tak tertuliskan..
    **makasih doanya bunda, salam sayang buat bunda Ly dan keluarga

  5. rupanya pandai mencipta lagu juga. ….
    sumangkin salut …

    alhamdulillah kang.. sekedar untuk curahat hati sekaligus belajar musik.. Lagipula kalo lagu bikinan sendiri nggak terkena pasal pembajakan :D

  6. tak pandai berpuisi tapi aku penikmat puisi ajah a :)

    musikalisasi puisinya SDD yang amsih aku nikmati,dan waktu film AADC waktu Distro bacain puisi dinyanyin yang “aku ingin *kereeeeeeeeeeeeeen bangeed!!

  7. weh..masak ebiet dari wonosobo yah? baru tau saya..hehe..sekampung halaman donk sama saya..
    btw saya juga suka musikalisasi puisi,,di kampus saya dulu ada komunitasnya..bagus banget..

    iya mas, coba aja liat di covernya pasti ada tanggal pembuatan puisinya tertulis Dieng..

  8. Pingback: (Masih Pamer) Puisi Bernyanyi #2 « Vyan RH Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s