the Qatar cute lil girl photo (in pencils drawing)

Qatar cute lil girl in pencils drawing

Beberapa hari yang lalu aku menemukan sebuah situs fotoblog dan halaman foto di facebook yang menampilkan hasil jepretan kamera Canon 5D Mark IIĀ  karya seorang fotografer muda dari negara Qatar Timur Tengah yang bernama lengkap Ahlam al Emadi.

Konon Ahlam memulai perjalanan dalam dunia fotografi menggunakan kamera produk Minolta sejak tahun 1997, kemudian pada tahun 2003 mulai menggunakan produk Canon untuk memfoto anaknya. Pada tahun 2008, Ahlam menggunakan Canon type 50 D dan disusul menggunakan Canon 5D Mark II hingga sekarang.

Pada halaman gallery situsnya dapat dilihat hasil karya Ahlam dalam beberapa kategori seperti : Portraits, Landscape, Flowers dan Still Live and Food. Kendati demikian Ahlam lebih banyak memotret anak-anak seperti contoh salah satu karyanya yang aku buat dalam lukisan pensil diatas.

Lukisan pensil diatas ini aku kerjakan selama 2 hari, walaupun belum lengkap total namun karena sudah “kebelet” untuk tampil disamping sudah mendapat “warning” dari penjaga LJ untuk apdet blog yang sudah 3 hari belum berubah juga.

Bagi yang ingin melihat karya Ahlam lainnya dapat browsing ke ahlamalemadi.com atau di halaman Facebook Ahlam yang diperkenankan untuk menambahkan status “like” pada karya fotonya.

Teknik kopel lensa untuk membuat efek microscopik

Setelah kemarin dengan sukses mengabadikan kupu-kupu dan bunga, ternyata miss Candy masih harus “training” ditempatku karena sang pemilik kamera tersebut “keukeuh” agar aku mencoba membuat foto dengan teknik kopel lensa.

Demi menjaga reputasiku yang sekarang mendapat gelar “Empu” oleh “kanjeng Kyaine” dari Padeblogan, maka tulisan kali ini adalah untuk menjelaskan bagaimana menggunakan teknik tersebut.

Teknik kopel lensa atau couple lens technique salah satu cara unik bermain fotografi agar obyek foto menjadi lebih besar (microscopik) dibanding tanpa menggunakan teknik kopel ini.

Yang perlu disediakan adalah lensa tambahan untuk melakukan kopel, bisa memakai lensa standard kamera SLR non Digital (film) seperti pada contoh hasil foto-foto dibawah ataupun lensa kamera digital yang dipasang pada bagian depan lensa tetapi dirapatkan secara terbalik.

Teknik kopel 2 lensa

Cara memegang dua buah lensa ini dilakukan oleh satu tangan yaitu tangan kiri, sementara tangan kanan siap-siap untuk menekan tombol shutter ketika obyek yang ditangkap sudah tapat pada fokus lensa.

Untuk uji coba pertama kali dapat dilakukan dengan setting auto tetapi menggunakan “manual focus (MF)” karena bila menggunakan “auto focus (AF)” maka pertemuan antar 2 lensa ini dapat menggores ketika lensa berputar saat melakukan auto focus.

Pasang Zoom pada posisi maksimal dan fokuspun putar pada posisi maksimal untuk jarak dekat. Pada sesi ini sangat terasa penggunaan “mata kiri” untuk melihat obyek pada viewfinder dan kekuatan tangan untuk menyangga kamera dan 2 lensa sekaligus.

Setelah melakukan penyetelan zoom dan fokus, sekarang tinggal tempelkan serapat mungkin lensa kedua secara terbalik. Untuk mendapatkan fokus pada obyek yang akan difoto, maju mundurkan kamera hingga didapati titik tertajam (atau bunyi “beep”) lalu tekan shutter dengan tenang dan pasti.

Nyamuk pertama teknik kopel

-

Nyamuk pertama tanpa kopel

-

Nyamuk kedua kopel

-

Nyamuk kedua tanpa kopel

Pengambilan gambar pada malam hari 23 Jan 2012 jam 24:23 WIB. Penambahan cahaya menggunakan lampu LED dari handphone Nokia.

Setting secara “Mannualy” dari mulai speed, diaphragma, white ballance, focus, kopel menggunakan Lensa Standard (non DSLR) produk Konica 1:1,8 F=52 mm

Obyek diletakkan pada selembar kertas HVS 70 gr. Jarak terdekat menggunakan teknik kopel sebesar 2 cm, tanpa kopel sebesar 9 cm.

Maka untuk saat ini telah berhasil membuat foto menggunakan teknik kopel dan hasil foto obyekpun akan lebih besar beberapa kali dibanding tanpa teknik kopel ini seperti pada 2 foto diatas.

Selamat mencoba, semoga sukses..

Artikel yang berkaitan:

1. Belajar mengenal kamera SLR bagian ke 1.
2. Belajar mengenal kamera SLR bagian ke 2.

PS: Foto diatas tanpa rekayasa, PhotoShop software hanya melakukan “resize” dari ukuran asli sebesar 3456 x 2304 pixel.

Agar lebih jelas dapat lihat foto-foto asli hasil jepretan Canon EOS 550 D Kit 18-55 mm ini di:

1. Kupu-kupu1
2. Kupu-kupu di Ladang Jiwa
3. Bunga
4. Nyamuk Pertama dengan Kopel
5. Nyamuk Pertama Tanpa kopel
6. Nyamuk Kedua dengan Kopel
7. Nyamuk Kedua Tanpa kopel
8. Pensilku

Test drive with miss Candy (Canon EOS 550D DSLR)

This slideshow requires JavaScript.

Sekedar laporan hasil test drive menggunakan kamera Canon EOS 550D DSLR yang baru datang kemarin siang. Test Drive ini perlu dilakukan sehubungan peminat camera DSLR ini sudah “wanti-wanti” untuk aku coba sebelum pemilik asli yakin dengan pilihannya.

Masih berkaitan dengan kesempatanku berada di kota Malang yang membuahkan berbagai kesempatan langka lainnya seperti pada beberapa tulisanku kemarin.

Berbekal sedikit nekat dan sedikit pula pengetahuanku akan nama jalan di kota Malang ditambah petunjuk rekanku yang memberi referal untuk membeli kamera di toko Pantai Foto, berangkatlah aku kesana dan didapati memang cukup lengkap.

Lokasi toko kamera ini berada dipusat kota Malang tepatnya disebelah timur alun-alun Sarinah (Malang memiliki 2 alun-alun bisa baca di tulisan mbak Nunik) yaitu persis di simpang tiga Jalan Merdeka.

Tak perlu berlama-lama belanja di toko ini, karena petugasnyapun cukup ramah dan cukup menguasai pengetahuan tentang kamera yang hendak kita beli.

Semula aku ingin beli peralatan lainnya, tetapi karena cadangan dananya tidak memungkinkan untuk membeli filter Lens, Macro Lens dan Tripod akhirnya aku putuskan cukup membeli perangkat kamera ditambah Memory Chip 8 GB bikinan SunDisk.

Foto-foto diatas adalah hasil dari miss Candy yang imoet dan maniz, ukuran asli sebesar 5184 x 3456 px diperkecil (resize) menjadi ukuran 1200 x 800 px menggunakan PhotoShop CS. Sedangkan teknik pengambilan gambar adalah paduan antara Auto dan Manual.